Sebelumnya, pagi-pagi buta, ketika tengah nyenyak dalam lelap, Iko dikagetkan dengan beberapa tepukan lembut di lengannya, bahkan sesekali tamparan setengah kencang ia rasakan di pipinya. Hingga akhirnya ia setengah terbangun sambil memicingkan mata untuk memastikan siapa yang melakukannya.
"emmhh..kamu , Ly. ada apa? masih ngantuk nih!"
Ya, Lily, wanita mungil yang tengah berusaha membangunkan Iko itu adalah kekasihnya. Mereka pulang larut setelah menonton film bioskop bersama, lalu menginap di rumah teman Iko yang tak jauh dari tempat mereka nonton.
Mereka tidak tidur berdua. Iko tidur dengan Ujank teman dekatnya, sedang Lily tidur bersama adik perempuan Ujank.
Pagi sedikit beranjak terik, hari ini Lily harus segera berada di kampus untuk mengikuti kegiatan perkuliahan. Mungkin itu tujuannya Lily membangunkan Iko secara paksa.
Lalu mereka bergegas pergi dengan mengendarai sepeda motor karena harus mengejar waktu yang dirasa akan terlambat untuk sampai kampus. Sesekali Lily tertidur diboncengan, sambil sesekali Iko memegang tangan Lily agar tidak terjatuh. Tampak romantis. Sepertinya.
Di perjalanan, seperti biasa, Jakarta selalu disuguhkan pemandangan jalan penuh dengan kendaraan yang bisa dibilang hampir mirip "parkir". Kendaraan roda empat yang di dalamnya hanya berisikan satu orang. ya, orang-orang yang bangga dengan kemewahan, orang-orang yang merasa dirinya kaya tapi selalu mengeluh ketika harga BBM naik.
Di sudut-sudut jalan, tampak terlihat petugas pengatur lalu lintas bersembunyi dibalik semak yang siap menjebak si pelanggar. Tak jarang Iko pun seringkali menerobos lampu lalu lintas yang ia lalui. Hingga pada akhirnya sampai di kampus Lily.
"Cepet masuk sana, nanti telat. Aku tunggu di sini ya", Ucap Iko.
"Kamu mau nungguin aku?", tanya Lily heran.
"iya, aku tungguin kamu sampe selesai kuliah", jawab Iko.
"asiiikk..!! eh, tumben kamu mau nungguin aku?"
"tapi nanti beliin aku ayam kremes di kantin kampus kamu yaa! Hehehe"
~"oh!!!!"~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar