Sebelumnya, aku tidak tahu ingin menulis apa. Bahkan hampir lupa cara menulis yang baik itu seperti apa...
Karena yang aku tahu sampai sekarang hanyalah cara mengingatmu dengan baik. Jadi, maaf sebelumnya jika tulisan ini tidak memenuhi standard EYD atau aturan aturan menulis lainnya.
Masih jelas semua tentangmu diingatan. Bagaimana kamu tersenyum, tawa lepasmu, bahkan suara dan bau kentutmu ketika kita saling berbalas-balasan. Dan juga, aku masih ingat bagaimana kamu menangis, yang tak hayal itu karena ulahku.
Meski ini tentang masa lalu. Tapi, aku tak pernah lupa kata-kata yang pernah kamu ucap untuk menguatkan kita. Yang pada akhirnya kamu sendiri yang menodai dengan ingkar. Tak perlu kujabarkan, mungkin kamu masih mengingatnya. Atau mungkin kamu sudah mengubur dalam dalam diingatan? Karena, seperti pada umumnya, Kamu adalah sebaik-baiknya melupakan dan aku seorang pengingat yang baik.
Mungkin, nanti, ketika akhirnya kamu mendapati hari bahagiamu bersamanya, percayalah! Itu juga akan menjadi hari yang membuatku bahagia....sekaligus kecewa. Karena Bahagia menurutku adalah Kamu dan Aku, bukan Kamu dan Dia. Ya, seegois itu aku mendefinisikannya.
Maka, sudah kuputuskan: Bahkan sebelum hari bahagiamu tiba, aku sudah mulai merayakan kekecewaan dari sekarang.
~RR~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar