Mungkin kedengerannya agak british gimana gitu. Tapi, bukan mau sok kebarat-baratan sih. Ini cuma sebuah gagasan yang tercetus dari pertemanan absurd tiga orang. Diantaranya dua cowok yang punya kesamaan nasib, sama-sama punya masalah dengan rambut, sama-sama ngalamin ditinggal orang yang disayang(dan akhirnya tau gimana rasa sakitnya), sama-sama sedang menjalani proses penyembuhan "Luka". Satu lagi, cewek single yang sukanya cuma PHP-in gebetan. Oke cukup basa-basinya.
Awalnya, mereka bertiga cuma ngelakuin ritual kayak biasanya, minum kopi sambil ngobrol-ngobrol ngebahas hal-hal nggak penting dari mulai film, lagu lagu yang ter-update, sampe kepercayaan bahwa Marshmallow adalah hasil persilangan Yupi dan Cotton Candy, di warung kopi langganan mereka. Di tengah obrolan, tiba-tiba salah seorang dari mereka ada yang punya hasrat buat jalan-jalan. Tapi, yang beda dari biasanya. Jalan-jalan yang nggak perlu persiapan ribet, nyiapin ini-itu, booking penginepan atau hotel. Cukup bawa tas ransel kecil dengan baju celana seadanya dan sendal jepit.
Tujuannya sih nggak muluk-muluk. Pergi ke suatu daerah, nyobain makanan khasnya, datengin tempat-tempat wisatanya, berinteraksi sama penduduk sekitar atau sekedar haha-hihi sampe ngantuk terus tidur di emperan toko atau sejadinya. Yap, jangan harap tidur di kasur yang empuk berskala hotel, karena bakal nggak sesuai sama tema. Karena tujuan awalnya #NoFancyThings adalah membiasakan untuk tidak terbiasa dengan kemewahan. Apapun bentuknya. Meski nggak mewah tapi harus tetep bangga. Karena..
#NoFancyThings
Nyeker, Ngemper, Tetep Pamer.