Ada yang tumpah dari bibir cangkir. Maklum, sebagai yang kali pertama agaknya terlalu heboh. Sebenarnya, tak perlu terburu-buru mengaduk, kadang hanya perlu membiarkan sesaat agar rasa pekat dan manis bercampur, menyatu menjadi kesatuan rasa yang berbeda menurut tiap orang yang menyesapnya.
Katanya, tergantung bagaimana mencampurnya dan ada takaran tertentu agar tercipta rasa yang pas. Entahlah, mungkin perlu waktu banyak untuk mencerna apa yang dijelaskan tentang ramuan itu. Aku lebih fokus memperhatikan bibirnya, yang kadang melontarkan suara-suara mungil nan manja.
Kata perkata terlempar dari bibir, menjadikan obrolan hangat dengan beberapa pertanyaan dan jawaban sambil sesekali menyesap isi cangkir untuk sekadar membasahi kerongkongan atau menghilangkan kecanggungan agar terasa lebih hangat. Meskipun di luar dingin sisa hujan seharian. Satu hal yang harus disadari, ternyata, tak butuh banyak gula untuk secangkir cappucino. Hanya butuh kamu, Sebagai pemanis waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar